JASA FIRE PROOFING TERBAIK
SE-INDONESIA

Berapa-pun Budjet Anda, Bicara-kan Pada Kami.

OUR WORK

PORTOFOLIO JASA FIRE PROOFING

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

CLIENT

??

DOKUMENTASI

OUR PROJECT

PLAZA BANK INDEX

TRAKTOR NUSANTARA
(ASTRA GROUP)

THE CAPITOL

JAYA KONSTRUKSI

DIPERCAYA 2040++ KLIEN DI SELURUH INDONESIA

DAFTAR KLIEN

PROSES PENGERJAAN

JASA FIRE PROOFING

KONSULTASI

Diskusi Kebutuhan dan jadwal pengerjaan.

PERSIAPAN PERALATAN

Persiapan peralatan yang akan digunakan dalam pengerjaan

PERJALANAN

Perjalanan ke lokasi

PENGERJAAN

Pengerjaan oleh tim ahli.

PRODUCT INFORMATION

PENJELASAN PRODUK

Apa Itu Fire Proofing?

Fire proofing adalah metode perlindungan struktur bangunan dari risiko kerusakan akibat kebakaran. Sistem ini digunakan untuk melindungi material konstruksi seperti baja, besi, dan beton agar lebih tahan terhadap panas dan api dalam jangka waktu tertentu.

Struktur bangunan yang menggunakan baja memang dikenal kuat dan kokoh. Namun, ketika terkena suhu yang sangat tinggi akibat kebakaran, kekuatan baja dapat menurun secara signifikan. Jika tidak dilindungi dengan baik, kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan hingga keruntuhan pada struktur bangunan.

Oleh karena itu, penggunaan fire proofing menjadi sangat penting sebagai salah satu bentuk perlindungan kebakaran pasif (passive fire protection). Dengan adanya lapisan fire proofing, struktur bangunan dapat mempertahankan kekuatannya lebih lama saat terjadi kebakaran sehingga memberikan waktu tambahan untuk proses evakuasi dan penanganan darurat.

Pentingnya Fire Proofing pada Bangunan

Penerapan fire proofing biasanya digunakan pada berbagai jenis bangunan, seperti:

  • Pusat perbelanjaan (mall)

  • Gedung perkantoran

  • Pabrik atau kawasan industri

  • Hotel

  • Gudang penyimpanan

  • Bangunan komersial lainnya

Meskipun baja bukan material yang mudah terbakar, material ini dapat kehilangan kekuatan ketika terkena temperatur tinggi dalam waktu lama. Dengan menggunakan fire proofing, struktur bangunan akan memiliki perlindungan tambahan terhadap risiko kebakaran, sehingga dapat meningkatkan keamanan bangunan secara keseluruhan.

Dalam penerapannya, fireproofing digunakan pada berbagai jenis bangunan dan fasilitas industri yang memiliki tingkat risiko kebakaran yang berbeda. Secara umum, penggunaan fireproofing dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

1. High Risk Building

High risk building merupakan bangunan yang memiliki tingkat risiko kebakaran cukup tinggi karena aktivitas, jumlah penghuni, maupun fungsi bangunan tersebut. Oleh karena itu, bangunan jenis ini membutuhkan sistem perlindungan kebakaran yang lebih baik, termasuk penggunaan fireproofing pada struktur utamanya.

Contoh bangunan yang termasuk kategori high risk building antara lain:

  • Pusat perbelanjaan (mall)

  • Gedung perkantoran bertingkat

  • Hotel

  • Rumah sakit

  • Gudang penyimpanan

  • Pabrik atau kawasan industri

Pada bangunan tersebut, fireproofing digunakan untuk melindungi struktur baja dan elemen konstruksi penting agar tetap kuat ketika terjadi kebakaran.

2. Petrochemical

Fireproofing juga banyak digunakan pada industri petrokimia (petrochemical) yang memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang sangat tinggi. Fasilitas industri seperti kilang minyak, pabrik kimia, atau instalasi penyimpanan bahan bakar memerlukan perlindungan ekstra terhadap panas dan api.

Pada sektor ini, fireproofing biasanya diterapkan pada:

  • Struktur baja penyangga fasilitas industri

  • Tangki penyimpanan bahan kimia atau bahan bakar

  • Pipa distribusi bahan berbahaya

  • Peralatan industri dengan suhu tinggi

Tujuan utama penggunaan fireproofing di industri petrokimia adalah untuk melindungi struktur penting dari kerusakan akibat panas ekstrem serta meminimalkan risiko keruntuhan saat terjadi kebakaran.

Berdasarkan material yang digunakan, fireproofing atau passive fire protection dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Cementitious Based Material
    Jenis fireproofing yang paling banyak digunakan. Material ini berbahan dasar semen yang diaplikasikan sebagai lapisan pelindung pada struktur baja agar lebih tahan terhadap panas dan api.

  2. Ablative Materials / Non-Cementitious Based Material
    Fireproofing jenis ini menggunakan material khusus non semen yang mampu menahan panas tinggi serta memberikan perlindungan tambahan pada struktur bangunan.

  3. Insulation Based Material
    Material ini berfungsi sebagai isolasi panas yang membantu menghambat penyebaran suhu tinggi saat terjadi kebakaran.

Pemilihan jenis fireproofing sebaiknya disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan proteksi. Dengan pemilihan yang tepat, perlindungan bangunan dapat lebih maksimal sekaligus membantu menghemat biaya material dan pemasangan. Bangunan yang tidak dilapisi fireproofing akan lebih rentan terhadap panas dan dapat mengalami penurunan kekuatan struktur dalam jangka panjang.

Dalam proses pengerjaan fireproofing, kami menggunakan beberapa metode yang disesuaikan dengan kondisi bangunan, diantaranya:

  1. Rope Access
    Rope access merupakan metode pengerjaan menggunakan sistem akses tali yang telah memenuhi standar keamanan. Metode ini digunakan untuk menjangkau area bangunan yang sulit diakses.

  2. Gondola
    Metode gondola digunakan untuk pengerjaan pada gedung dengan ketinggian tertentu. Umumnya digunakan ketika ketinggian bangunan lebih dari sekitar 26 lantai, sehingga proses pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.

  3. Scaffolding
    Metode scaffolding digunakan apabila pada bagian atas gedung tidak terdapat anchor atau titik pengikat tali. Dengan menggunakan scaffolding, proses pengerjaan dapat dilakukan dengan lebih stabil dan aman.

Lapisan fireproofing berfungsi untuk melindungi struktur penting seperti dudukan dan penyangga vessel serta jaringan pipa agar tidak mengalami keruntuhan atau kegagalan fungsi saat terjadi kebakaran hidrokarbon, dengan ketahanan minimal hingga 3 jam. Tingkat ketahanan terhadap api ditentukan oleh ketebalan material yang diaplikasikan sesuai standar fire rating seperti UL Standard dan British Standard.

Perlu diketahui bahwa fireproofing bukan untuk memadamkan api, melainkan untuk menahan paparan panas pada temperatur tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, risiko bahaya besar dapat diminimalkan melalui sistem perlindungan ini.

Pemilihan material fireproofing juga harus mempertimbangkan biaya, kebutuhan struktur, dan berat material. Pada proyek tertentu seperti offshore, penggunaan material yang terlalu berat seperti concrete biasanya dihindari karena dapat mempengaruhi beban struktur.

Secara umum, fireproofing merupakan perlindungan kebakaran pasif yang memberikan waktu tambahan untuk mengendalikan api, menghentikan suplai bahan bakar, dan meminimalkan kerusakan pada bangunan maupun fasilitas industri.

Tunggu Apalagi Hubungi Kami Segera!

KEUNGGULAN KAMI

WHY KINGSIGN?

Alasan mengapa ratusan perusahaan mempercayakan proyek reklame dan fasad mereka kepada kami.

GARANSI

Garansi kami berikan sebagai jaminan kualitas dari produk kami

TERPERCAYA

KINGSIGN sudah berbadan hukum (PT Karya Lintas Generasi) dan mempunyai workshop di Tangsel.

FREE KONSULTASI

Sales kami siap melayani anda, fast respond!

BERPENGALAMAN

berpengalaman lebih dari 10 tahun sejak 2007 sudah mengerjakan huruf timbul, dan jenis reklame lain.

TENTANG KAMI

ABOUT KINGSIGN

KINGSIGN adalah perusahaan yang berdomisili di Bintaro, Tangerang Selatan, dan Bergerak di bidang fabrikasi reklame.

KINGSIGN, terdiri dari 25 orang karyawan. Kami siap melayani pembuatan berbagai jenis reklame, mulai dari huruf timbul, neonbox, billboard, atau safety sign.

Scroll to Top